Setelah membahas alat jahit pokok sebelumnya di alat jahit pokok , sekarang mari kita baha alat jahit penunjang yang juga tak kalah penting dan perlu dimiliki agar proses pembuatan busana berlajan lancar.
Alat menjahit tambahan adalah alat jahit yang dibutuhkan untuk menunjang alat jahit pokok (berbagai mesin jahit) dalam menyelesaikan berbagai macam jahitan. Tergantung pada model busana dan banyaknya jahitan yang dikerjakan, alat-alat menjahit tambahan yang diperlukan dalam kegiatan menjahit umumnya sangat bervariasi
Berbeda dengan alat pokok seperti mesin jahit, alat penunjang ini digunakan dalam tahap persiapan, pembuatan pola, pemotongan, hingga penyelesaian
Pengeleompokan alat jahit penunjang sesuai dengan fungsinya :
- Pita Ukuran (Meteran): Digunakan untuk mengambil ukuran badan serta mengukur kain.
- Pita Veterban: Pita kecil untuk mengikat pinggang atau bagian tubuh saat diukur agar hasilnya akurat.
- Penggaris Pola: Berbagai jenis penggaris (lurus, lengkung pinggul, lengkung lengan) untuk membentuk pola baju. Untuk membuat pola ukuran besar, dapat menggunakan penggaris pola ukuran besar, namun jika membuat pola pada buku kostum, maka dapat menggunakan penggaris pola ukuran kecil pula
- Penggaris skala. digunakan untuk menggambar pola baju dalam ukuran kecil (skala memperkecil). Skala pola biasanya terbuat dari kertas tebal atau mika plastik yang memiliki 4 jenis perbandingan ukuran dalam satu alat: [1]
- Skala 1:4 (Paling sering digunakan untuk pemula dan tugas sekolah).
- Skala 1:6 (Untuk gambar yang lebih ringkas).
- Skala 1:8 (Untuk desain yang membutuhkan ruang kecil).
- Skala 1:2 (Ukuran setengah dari aslinya, biasanya untuk contoh kerajinan tangan)
- Kertas Pola: Kertas khusus (seperti kertas reri atau kertas koran) untuk menggambar cetakan baju.
- Alat tulis. Pensil, penghapus, penggaris, pena merah, biru dan hitam
- Buku kostum. Buku yang terdiri dari halaman bergaris dan halaman polos. Buku ini digunakan untuk membuat pola dalam ukuran skala/kecil
- Kapur Jahit: Digunakan untuk menggambar garis pola langsung di atas kain.
- Rader: Roda bergerigi atau polos untuk menekan kertas karbon jahit agar polanya menjiplak ke kain.
- Kertas Karbon Jahit: Kertas penjiplak khusus yang warnanya bisa hilang saat dicuci.
- Gunting Kain: Gunting khusus kain yang tajam agar potongan serat kain tidak rusak.
- Gunting zigzag. Gunting untuk merapikan bagian tiras kain agar benang kain tidak mudah lepas
- Gunting Benang / Gunting Cekrik: Gunting kecil untuk memotong sisa-sisa benang jahitan yang halus.
- Gunting Kertas: Gunting biasa untuk memotong kertas pola agar gunting kain tidak cepat tumpul
- Jarum Pentul: Berfungsi menahan posisi pola pada kain atau menyatukan potongan kain sebelum dijahit.
- Bantalan Jarum (Pincushion): Wadah empuk untuk menusukkan jarum pentul agar tidak berserakan.
- Pendedel Benang (Seam Ripper): Alat kecil berujung tajam untuk membongkar jahitan yang salah.
- Mata Nenek (Pemasuk Jarum): Kawat tipis untuk membantu memasukkan benang ke lubang jarum yang kecil.
- Bidal (Tudung Jari): Pelindung ujung jari dari tusukan jarum saat menjahit secara manual memakai tangan.
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar