Langsung ke konten utama

Pola Dasar Badan Wanita

Pembuatan Pola Dasar Badan Wanita Sistem Sederhana

Ukuran yang dibutuhkan :

Lingkar leher

:  36 cm

Panjang bahu

:  12 cm

Lingkar badan

:  88 cm

Panjang sisi

:  17 cm

Lingkar pinggang

:  66 cm

Panjang bahu

:  12 cm

Panjang muka

:  30 cm

Panjang sisi

:  17 cm

Lebar muka

:  31 cm

Tinggi dada

:  16 cm



Keterangan pembuatan pola dasar badan wanita sistem sederhana

A.      Bagian belakang

A ~ B     :  1,5 cm

B ~ C     :  Panjang punggung

A ~ D     :  1/6 lingkar leher + 1 cm

Hubungkan D ~ B dengan garis lengkung

D ~ E     :   Panjang bahu

E ~ F      :  3 cm

C ~ H     :  Panjang sisi

H ~ I      :  ¼  lingkar badan – 1 cm

A ~ J      :  9 cm

J ~ K       :  ½ lebar punggung

Hubungkan G ~ K ~ I dengan garis lengkung sebagai garis kerung lengan belakang

C ~ L      : ¼ lingkar pinggang + 3 cm – 1 cm

C ~ C1     :  1/10 lingkar pinggang

C1 ~ C2   :  3 cm

M           :  ½ C1 ~ C2

Tarik garis lurus M ~ N

N ~ O      :  3 cm

Buat kupnat pinggang belakang dengan garis lurus C1~O~C2

 

B.      Bagian depan

P ~ V       :  sama dengan A~C

P ~ P1      :  1/6 lingkar leher + 1 cm

P ~ P2      :  1/6 lingkar leher + 2 cm

P1 ~ Q     :  Panjang bahu

Q ~ Q2    :  4 cm

P1 ~ Q2   :  Panjang bahu

P2 ~ T      :  5 cm

T ~ U       :  ½ lebar muka

V ~ R       :  Panjang sisi

R ~ S        : ¼ lingkar badan + 1 cm

Hubungkan Q2 ~U~S dengan garis lengkung sebagai garis kerung lengan depan

V ~ W      :  ¼ lingkar pinggang + 3 cm + 1 cm

V ~ V1     :  1/10 lingkar pinggang

V1 ~ V2   :  3 cm

X            :  ½ V1~V2

X ~ Y        :  Tinggi dada – 3 cm

V ~ Z1     :  2 cm

V2 ~ Z2   :  2 cm

Hubungkan Z~Z1~Y~Z2~W dengan garis lurus


Download Materi Pembuatan Pola Dasar Wanita






 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYELESAIAN TEPI BUSANA : DEPUN, SERIP, ROMPOK DAN KELIM

P enyelesaian tepi pakaian adalah salah satu teknik menjahit yang bertujuan untuk menghasilkan produk busana yang berkualitas, rapi dan indah. Penyelesaian tepi pakaian dapat berupa depun, serip, rompok dan kelim. 1 D epun adalah penyelesain tepi yang letaknya berada pada bagian dalam/buruk busana dengan lapisan bentuk atau kumai serong. Depun digunakan untuk menyelesaikan tepi pakaian seperti garis leher dan kerung lengan agar tidak bertiras dan lebih rapi. Bahan yang digunakan untuk depun haruslah bahan yang sama dengan bahan utama. Pembuatan depun dibagi menjadi 2, ada yang disambung dengan vuring ada yang tidak. Depun yang tidak disambung dengan vuring diselesaikan dengan jahit tangan menggunakan sum sembunyi.  S erip adalah penyelesaian tepi yang letaknya berada pada bagian luar / baik busana. Serip digunakan untuk menyelesaikan pinggiran busana seperti garis leher, kerung lengan, ujung lengan atau ujung rok.   Selain digunakan untuk menyelesaikan pinggiran busana s...

Jenis Marker Layout - Pembuatan Busana Industri

Penetapan jenis marker didasarkan pada motif kain (polos, garis, atau motif), lebar kain dan karakteristik kain. Jenis marker antara lain Solid Marker, One Way Marker, Two Way Marker, One Each Way Marker, Special Marker Block Marker 1. Solid Marker Solid Marker adalah semua pola dapat ditempatkan pada posisi bebas (arah lusi, pakan, maupun serong) tidak perlu mempertimbangkan jenis komponen garment. Jenis marker ini biasanya digunakan untuk jenis kain polos. 2. One Way Marker One Way Marker adalah semua pola dalam marker diletakan satu arah, dimana letak pola arahnya tidak boleh berlawanan. Biasanya marker ini digunakan untuk jenis kain corduroy, atau untuk jenis motif kain bunga border print,fabric one facing direction. 3. Two Way Marker TwoWay Marker adalah peletakan poladalam marker dapat dilakukan dua arah. Biasanya marker ini digunakan untuk jenis kain yang mempunyaidesigndenganrepeatyangsimetris. 4. One Each Way Marker Pengertian dari one each marker a...

Spreading / Penggelaran Bahan - Pembuatan Busana Industri

Penggelaran bahan merupakan kegiatan pengkondisian, pembukaan, penggelaran kain pada meja cutting dengan panjang dan jumlah tumpukan tertentu untuk perlakuan proses pemotongan bahan.  Hal–Hal yang harus diperhatikan dalam penggelaran bahan 1) Gelar kain sesuai dengan kebutuhannya 2) Perhatikan gelaran kain lembar demi lembar secara teliti dan cermat 3) Pastikan antara gelaran pertama sampai gelaran terakhir tepi kain harus sama baik memanjang maupun melebar 4) Tegangan kain harus sama 5) Pastikan tidak ada kain yang melipat, kendor, menggelembung, renggang satu sama lain, dan kain harus rata 6) Tinggi tumpukan kain atau jumlah lembar kain harus lebih rendah, dibandingkan dengan tinggi efektif pisau potong 7) Kerapatan atau kepadatan kain dibagian atas, tengah, bawah, harus sama 8) Pasang kertas marker yang sudah di cek, dan siap untuk di pasang pada gelaran kain 9) Siapkan stiker budling dan numbering pada setiap komponen marker 10) Siapkan mesin potong sesuai dengan sp...