Langsung ke konten utama

Hubungi Saya

tak kenal maka tak sayang

dari awal tujuan membuat blog adalah karena suka coret-coret, kemudian sadar bahwa blog bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran, maka saya mulai membuat materi-materi yang sesuai dengan latar belakang saya, yaitu tata busana dan pendidikan.

sebagian besar yang saya share disini adalah hasil rangkuman dari berbagai sumber, baik buku, konten dari beberapa laman web dan youtube yang mendukung materi yang saya ingin bagikan.

please, jangan cap saya plagiator, saya menulis disini tanpa ada maksud jahat dan tak ingin mengambil keuntungan apa pun. Saya hanya ingin mengeshare, karena materi tata busana cukup sulit ditemukan baik buku maupun di dunia maya. jadi saya harap, keberadaan blog ini sedikit membantu bagi mereka yang membutuhkan, terutama bagi guru atau siswa tata busana.

terima kasih

bisa hubungi saya melalui :

email
                ninawahyuni46@guru.smk.belajar.id


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pola Dasar Badan Wanita

Pembuatan Pola Dasar Badan Wanita Sistem Sederhana Ukuran yang dibutuhkan : Lingkar leher :  36 cm Panjang bahu :  12 cm Lingkar badan :  88 cm Panjang sisi :  17 cm Lingkar pinggang :  66 cm Panjang bahu :  12 cm Panjang muka :  30 cm Panjang sisi :  17 cm Lebar muka :  31 cm Tinggi dada :  16 cm Keterangan pembuatan pola dasar badan wanita sistem sederhana A.       Bagian belakang A ~ B     :  1,5 cm B ~ C     :  Panjang punggung A ~ D     :  1/6 lingkar leher + 1 cm Hubungkan D ~ B dengan garis lengkung D ~ E     :   Panjang bahu E ~ F      :  3 cm C ~ H     :...

Spreading / Penggelaran Bahan - Pembuatan Busana Industri

Penggelaran bahan merupakan kegiatan pengkondisian, pembukaan, penggelaran kain pada meja cutting dengan panjang dan jumlah tumpukan tertentu untuk perlakuan proses pemotongan bahan.  Hal–Hal yang harus diperhatikan dalam penggelaran bahan 1) Gelar kain sesuai dengan kebutuhannya 2) Perhatikan gelaran kain lembar demi lembar secara teliti dan cermat 3) Pastikan antara gelaran pertama sampai gelaran terakhir tepi kain harus sama baik memanjang maupun melebar 4) Tegangan kain harus sama 5) Pastikan tidak ada kain yang melipat, kendor, menggelembung, renggang satu sama lain, dan kain harus rata 6) Tinggi tumpukan kain atau jumlah lembar kain harus lebih rendah, dibandingkan dengan tinggi efektif pisau potong 7) Kerapatan atau kepadatan kain dibagian atas, tengah, bawah, harus sama 8) Pasang kertas marker yang sudah di cek, dan siap untuk di pasang pada gelaran kain 9) Siapkan stiker budling dan numbering pada setiap komponen marker 10) Siapkan mesin potong sesuai dengan sp...

Jenis Marker Layout - Pembuatan Busana Industri

Penetapan jenis marker didasarkan pada motif kain (polos, garis, atau motif), lebar kain dan karakteristik kain. Jenis marker antara lain Solid Marker, One Way Marker, Two Way Marker, One Each Way Marker, Special Marker Block Marker 1. Solid Marker Solid Marker adalah semua pola dapat ditempatkan pada posisi bebas (arah lusi, pakan, maupun serong) tidak perlu mempertimbangkan jenis komponen garment. Jenis marker ini biasanya digunakan untuk jenis kain polos. 2. One Way Marker One Way Marker adalah semua pola dalam marker diletakan satu arah, dimana letak pola arahnya tidak boleh berlawanan. Biasanya marker ini digunakan untuk jenis kain corduroy, atau untuk jenis motif kain bunga border print,fabric one facing direction. 3. Two Way Marker TwoWay Marker adalah peletakan poladalam marker dapat dilakukan dua arah. Biasanya marker ini digunakan untuk jenis kain yang mempunyaidesigndenganrepeatyangsimetris. 4. One Each Way Marker Pengertian dari one each marker a...